Duning-Kruger Effect

oleh Yudi Cholil Sodiq

Duning-Kruger Effect
Penulis
Yudi Cholil Sodiq
Tanggal Publikasi
24 December 2025
Waktu Membaca
6 min

Beberapa hari yang lalu saya diajak teman incip-incip ke restoran Italia di bilangan Kelapa Gading Mall Jakarta. Saya disodori daftar menu yang disana tertulis , filetto con funghi e prosciutto , lalu ada piccata di vitello al marsala dan menu lainnya yang bagi saya tidak berarti apa-apa karena tidak faham.

Bagi kebanyakan orang Indonesia , masakan Itali yang dikenal dan sudah akrab di telinga adalah spaghetti , pizza , lasagna atau fettucini. Saya diam aja dan ngikut teman-teman , apa maunya , dari pada mempermalukan diri sendiri "jaim" , jaga image.

Tapi tebakan saya benar , makanan itu bukan jenis makanan utama "main course" tapi sekedar jajanan yang menyerupai "cake" dan "steak daging" dengan berbagai macam tetek-bengek eksotis yang tersaji dalam piring porselen yang artistik..ya itung-itung sekedar tau.

Pada tahun 1995 di Pittsburgh Pennsylvania Amerika ada perampokan bank yang viral (kejadian nyata) , heboh banget.Bukan karena tembak-tembakan seperti film cowboy Holywood atau perampokan besar-besaran ala gangster mafia.Tapi karena perampoknya bodoh yang "sok" pinter.

Nama perampok itu McArthur Wheeler , Ia merampok bank sambil mengolesi wajahnya dengan "Jus Lemon" , maunya sech , untuk kamuflase dan melindungi wajahnya.

Dia percaya bahwa jus lemon yang dioleskan di wajah akan menyebabkan tidak bisa terlihat oleh CCTV. Jus lemon dipercaya bisa menyembunyikan wajahnya dari kamera. Sebuah keyakinan bak dogma yang tidak logis , dan tentu saja dia cepat tertangkap dengan mudah oleh polisi karena polisi mengenali wajahnya dari CCTV yang terpasang disitu.Tapi lucunya dia terlihat kebingunan saat polisi menggrebek rumahnya.

Bodohnya , waktu diintrograsi dia bengok-bengok , "Saya kan pakai Jus Lemon , wajahku kan tak olesi jus lemon", katanya berulang-ulang. Dan para polisi kebingungan , apa-an tuh jus lemon.

Rupanya McArthur hanya terinspirasi informasi yang tidak jelas juntrungannya perihal jus lemon yang bisa melindungi wajahnya dari kamera...hahaha (tapi jangan tertawa dulu , karena hal ini bisa terjadi pada siapa saja ).

Ada kisah nyata lain yang nyambung dengan cerita diatas.Yaitu tentang seseorang yang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan "DNA" itu produk Eropa , produk Barat yang dibungkus dengan kata "ilmiah" tapi penuh intrik , katanya. Seolah dia ingin mengatakan bahwa "DNA" itu bohong dan tidak perlu dipercaya.

Jangan salah , Ilmu genetika dan DNA itu produk "Islam" yang fondasinya diletakkan dan dikembangkan ulama-ulama Islam sejak lebih dari seribu tahun yang lalu. Ada beberapa ilmuwan Islam yang berjasa meletakkan dasar-dasar pengembangan DNA.

- Al-Jahiz (w.868 M) , dalam kitab "magnum opus" nya yang berjudul "Al-Hayyawan" menguraikan konsep seleksi alam 900 tahun sebelum Darwin menulis Survival of the fittest yang terkenal itu.

- Ibn Sina (980 - 1037 M) menjelaskan sifat menurun dan penyakit "hereditas". Suatu cikal bakal genetika klinis dalam karyanya.

- Ar-Razi (854 - 925 M) yang membedahkan penyakit bawaan dari penyakit yang diderita seseorang.Dan beliau meletakkan fondasi ilmu genetika kedokteran.

- Ibn al-Nafis (1213 - 1288) menemukan sirkulasi darah yang menjadi dasar biologi modern.

- Ikhwal al-Shafa yang mengulas perubahan sifat , evolusi dan transisi biologis , sebagai awal mula atau benih teori evolusi modern.

Dijaman "Now" pun seorang ilmuwan Turki , Prof.Aziz Sancar , memenangkan hadiah Nobel Kimia 2015 berkat penemuan tentang mekanisme perbaikan DNA , yang mana salah satu riset paling penting dalam bidang biologi molekuler.

Jadi DNA adalah ilmu dan peradaban Islam yang fondasinya disusun oleh putra-putra Muslim dari zaman keemasan Islam Abbasiah yang diboyong ke Barat pada masa Ibn Rusyd , dimana barat pada waktu itu masih gelap gulita , dan disebut dalam sejarah sebagai masa kegelapan.

Di barat zaman itu kita mendengar keadaan yang memprihatinkan.Anak dilahirkan dengan susah payah , menjadi remaja dan besar dalam kesengsaraan , kemudian meninggal dengan mengenaskan. Begitu siklus kehidupan di barat yang selalu berulang sepanjang masa kegelapan sekitar abad 5 sampai abad 15 M.

Jadi saat Ibn Rusyd dibuang ke Pyrenees Spanyol tahun 1195 M dan banyak karyanya yang dibakar karena perubahan politik , maka buku-buku dan manuscript karyanya yang bisa diselamatkan oleh para pecinta ilmu dikumpulan dan diselundupkan ke wilayah Bologna , Paris dan Padova di Eropa.Kemudian diajarkan di Universitas-Universitas Paris dan Oxford. Dari sini ilmu pengetahuan timur dan Islam ditransfer dan dipelajari di Barat.

Kisah perampok "bodoh" itu akhirnya menjadi inspirasi dua ilmuwan , yaitu psikolog David Dunning dan Justin Kruger yang penasaran , "kok" ada orang se-bodoh itu tapi tidak menyadari akan kebodohannya , kemudian melakukan penelitian pada sekelompk orang , dan menemukan sesuatu yang mengejutkan.

Hipotesisnya berbunyi , jika seseorang punya pengetahuan "minim" disatu bidang , umumnya secara psikologis selalu melebih-lebihkan kemampuan diri pada bidang tersebut.Dan seolah dia tau banyak "bak" profesor.

Seperti McArthur Wheeler , perampok itu , dia sebetulnya "awam" perihal ilmu kimia dan fotografi dan menganggap jus lemon itu formula jitu untuk mengelabui CCTV dan polisi.

Dan fenomana ini sekarang dikenal dikalangan psikolog sebagai "Dunning-Kruger effect" yang intinya bahwa orang yang ke-PD-an itu biasanya ilmunya sedikit atau "cetek".Dan merupakan penyakit kejiwaan yang disebut "Bias Kognitif" , yaitu kesalahan berfikir yang menyebabkan kesalahan dalam mengambil kesimpulan.

Dalam sains ada yang namanya "Metakognisi" , yaitu sebaik apa kita bisa memahami pikiran kita sendiri. Ada empat kondisi metakognisi : - Saya tahu , bahwa saya tahu - Saya tahu , bahwa saya tidak tahu - Saya tidak tahu , bahwa saya tahu - Saya tidak tahu , bahwa saya tidak tahu

Dua yang pertama adalah metakognisi yang baik , dan orang yang mempunyai metakognisi yang baik akan mudah belajar dan menerima ilmu karena tahu diri.

Sedangkan dua yang terakhir adalah metakognisi yang buruk karena tidak tahu kalau dirinya tidak tahu , atau kita tidak memahami kalau kita tidak faham.

Seperti McArthur Wheeler , Sang perampok itu , bahwa dia tidak tahu kalau dia tidak faham.

Citra itu mahal , dalam kasus perampok McArthur , Ia barangkali tidak merasa kehilangan branding , "citra diri" karena menganggap bahwa citra itu omong kosong belaka. Tapi seseorang tokoh , seorang terdidik yang mengatakan bahwa DNA itu intrik dan produk barat adalah keliru dan mendegradasi citranya sebagai orang terdidik.

Dalam budaya "branding" , Ia kehilangan integritas.Dan perlu diingat , bahwa memperbaiki citra yang rusak itu lebih mahal dari pada membangun citra dari awal.Dan memang citra itu bukan barang murahan.

Umar bin Chattab jauh hari sudah mengingatkan bahwa biasanya orang yang baru belajar itu "Sombong" , kemudian tahap selanjutnya begitu ilmu sudah masuk pelan-pelan , maka timbul perasaan "Merasa Bodoh" dan tawadhu' , dan tahap selanjutnya adalah level kematangan spiritual dengan ditandai adanya "Kebijaksanaan".

Oleh sebab itu , benar adanya jika ada yang berpendapat , bahwa Ijazah itu tanda bahwa orang pernah sekolah , bukan tanda bahwa dia pernah BERFIKIR..nah loe !!

Paul Stoltz , seorang CEO Peak Learning Inc dan ketua Global Resilience Institute yang mengajar di sekolah bisnis Harvard mengatakan , jadilah seorang Climber yang terus mencari tantangan baru , dan jangan jadi a Quitter atau Camper.

Maksudnya kita dimotivasi untuk menjadi petarung , pendaki yang mabuk ilmu pengetahuan , dan jangan hanya duduk-duduk di zona nyaman , apalagi sampai ketiduran dan begitu bangun , keadaan sudah meninggalkan kita jauh dibelakang. Dan kita kepontal-pontal untuk menyesuaikan ritme , dan terlalu reaktif sehingga lupa untuk berfikir jernih.

🔗 Bagikan Artikel Ini