Ini Dia Lokasi Kopdarwil 3 Aisnu Batavia Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandaria Jakarta
oleh Athallah
Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandaria merupakan lembaga pendidikan Islam modern yang berakar kuat pada tradisi keilmuan klasik. Pesantren ini beralamat di Jalan Madrasah Gandaria, Cilandak, Jakarta Selatan, dan berdiri sejak tahun 1979 serta diresmikan pada tahun 1980.
Pesantren ini didirikan oleh K.H. Ishak Yahya, seorang ulama kharismatik dan bersahaja yang lahir di Jakarta pada 28 April 1928. Sejak kecil, beliau tumbuh dalam lingkungan religius dan menunjukkan kecintaan yang besar terhadap ilmu pengetahuan. Pendidikan formalnya ditempuh di Perguruan Islam Jamiat Khair, Jakarta, yang diselesaikannya pada tahun 1949. Demi memperdalam keilmuan Islam, beliau kemudian melanjutkan studi ke Mekkah al-Mukarramah.
Selama kurang lebih delapan tahun di tanah suci, K.H. Ishak Yahya menimba ilmu di berbagai majelis ulama besar Ahlussunnah wal Jamaah, di antaranya Syekh Muhammad Yasin al-Fadani, Sayyid Alwi al-Maliki, Guru Muhajirin Bekasi, Guru Abdurrazak Makmun Mampang, dan Kiai Ali Syibramalisi. Selain belajar, beliau juga sempat mengajar di Darul Ulum ad-Diniyyah, Mekkah. Nama “Miftahul Ulum” sendiri terinspirasi dari lembaga keilmuan yang membentuk perjalanan intelektualnya.
Sekembalinya ke Indonesia, beliau aktif dalam kegiatan keagamaan dan organisasi, khususnya Nahdlatul Ulama (NU). Baginya, seorang kiai tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan organisatoris demi penguatan umat.
K.H. Ishak Yahya wafat pada tahun 1980, tidak lama setelah meresmikan Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Perjuangan beliau kemudian dilanjutkan oleh sang istri, Hj. Umamah binti H. Rahmat bin Muhammad, seorang muslimah teladan yang lahir di Jakarta pada 12 Desember 1938. Dengan latar belakang pendidikan agama yang kuat—antara lain di Madrasah Sa’adatina pimpinan Habib Yahya—beliau dikenal sebagai pendidik perempuan yang disegani, khususnya di wilayah Gandaria. Banyak anak-anak perempuan pada masa itu belajar langsung kepada beliau.
Dari pernikahan tersebut, lahir delapan orang anak yang kemudian menjadi bagian penting dalam estafet perjuangan keluarga. Hj. Umamah wafat pada 15 Mei 2002, menyusul suami tercinta. Semangat pengabdian keduanya diteruskan oleh anak-anak dan menantu, dengan kepemimpinan pesantren kini berada di bawah K.H. Muhyiddin Ishak.
Dalam perkembangannya, Pondok Pesantren Miftahul Ulum terus melakukan pembenahan dan pembangunan. Renovasi ruang belajar dan asrama santri dimulai dengan peletakan batu pertama yang disaksikan para ulama dan masyarakat sekitar. Pembangunan tahap pertama mencapai sekitar 35% dan diselesaikan pada akhir tahun 2008. Pesantren berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 3.000 m², dengan lingkungan yang asri meskipun berada di kawasan strategis dan padat Jakarta Selatan.
Keunggulan pesantren ini terletak pada kemampuannya memadukan suasana religius pesantren dengan dinamika kehidupan perkotaan. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama yang mendalam berbasis salaf, tetapi juga dibiasakan hidup adaptif, mandiri, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Kegiatan santri berlangsung sejak pukul 03.30 hingga 22.00 WIB, mencakup pembelajaran formal dan nonformal. Berbagai kegiatan unggulan diselenggarakan, seperti muhadharah (ceramah dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris), bahtsul masail, hadrah, marawis, marching band, tari saman, serta muhadatsah untuk penguatan kosakata bahasa Arab. Santri juga didorong untuk memiliki keterampilan kewirausahaan guna menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Dari sisi fasilitas, pesantren menyediakan ruang kelas yang aman dan nyaman, sebagian dilengkapi pendingin ruangan (AC), asrama santri yang representatif, serta suasana kekeluargaan yang erat antara guru dan santri. Kehangatan relasi inilah yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Miftahul Ulum hingga kini.