MLD Jadi Kopdar Pertama AISNU Raja Kumbang
oleh Admin AISNU
Perkembangan zaman yang begitu pesat seperti saat ini menyebabkan semua pihak harus mampu beradaptasi agar bisa terus eksis di tengah-tengah masyarakat. Hal itu juga berlaku bagi kalangan pesantren. Dalam menghadapi perkembangan zaman ke arah serba digital ini, santri diharapkan bisa turut andil dalam mengawal perubahan zaman. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Khozinatul Ulum Blora, Jawa Tengah KH Muharror Ali. "Di era yang serba modern ini, semuanya sudah serba praktis. Saya pernah mendapat kiriman file PDF dari anak saya yang berisi Qiraah Asyroh, yang harusnya berjilid-jilid itu, ternyata bisa terkumpul dalam satu file PDF saja, sangat praktis dan mudah untuk dipelajari," ungkapnya, Jumat (13/1/2023).
"Ini menandakan bahwa era digital sudah berkembang sangat pesat, maka santri sudah seharusnya ikut andil dalam perubahan zaman ini," tambahnya saat membuka acara Madrasah Literasi Digital Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) Regional Muria Raya: Blora, Jepara, Pati, Kudus, Rembang dan Grobogan (Raja Kumbang).
Atas dasar itu, Kiai Muharror sangat mengapresiasi kegiatan Madrasah Literasi Digital yang diselenggarakan oleh AISNU Raja Kumbang yang bertempat di pesantren asuhannya ini.
"Saya sangat mengapresiasi AISNU Raja Kumbang ini. Maka dari itu, Madrasah Literasi Digital yang diinisiasi oleh AISNU Raja Kumbang ini menjadi sangat penting. Jangan sampai orang lain sudah ‘tinggal landas’, tapi kita malah ‘tertinggal di landasan’," ujarnya.
"Selain itu dakwah digital menjadi salah satu ikhtiar untuk menanggulangi maraknya berita bohong," imbuhnya.