Puncak Haji 2024 di Arafah: Sinergi Satgas dan Koordinasi Antar-Negara di Bawah Kinerja Kementerian Agama telah menjadi kunci utama kesuksesan
oleh Admin AISNU
Melalui Pembantu Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kementerian Agama Indonesia telah membentuk Satgas yang bekerja keras untuk memastikan kelancaran ibadah.
Koordinasi yang erat antara PPIH dan pemerintah Arab Saudi juga menjadi fondasi utama dalam menyelenggarakan pelayanan yang aman, efisien, dan berkualitas bagi jemaah haji.
Pada Puncak Haji 2024 di Armuzna, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mempersiapkan dengan serius kedatangan jemaah untuk momentum wukuf di Arafah.
Satuan Tugas (Satgas) yang dipimpin mereka bertugas tidak hanya memastikan kebersihan dan ketersediaan fasilitas, tetapi juga menjamin keselamatan dan kenyamanan para jemaah.
Lebih dari 765 petugas diberangkatkan ke Arafah untuk melayani jemaah pada 10 Zulhijjah 1445 H. Setiap langkah mereka diatur dengan cermat, termasuk pemantauan ketat terhadap ketersediaan air dan kebutuhan lainnya untuk memastikan segala sesuatunya berjalan lancar.
Koordinasi yang baik antara PPIH dan pemerintah Arab Saudi menjadi kunci kelancaran puncak haji di Arafah. Dengan membentuk Satgas seperti Arafah, Muzdalifah, Mina, dan Jamarat, Kementerian Agama memastikan semua aspek logistik dan keamanan terpenuhi dengan baik.
Kelancaran ini tidak hanya mengandalkan persiapan fisik dan teknis, tetapi juga sinergi yang solid antara berbagai pihak terkait. Upaya ini menegaskan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia, sesuai dengan ajaran dan tuntunan agama, serta dalam koordinasi yang harmonis dengan tuan rumah, Kerajaan Arab Saudi.