Semangat Resolusi Jihad, Hari Santri 2025 Jadi Momentum Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia

oleh Achmad Fahruddin Firmansyah

Semangat Resolusi Jihad, Hari Santri 2025 Jadi Momentum Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia
Penulis
Achmad Fahruddin Firmansyah
Tanggal Publikasi
24 October 2025
Waktu Membaca
2 min

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang dan menghargai peran besar para santri dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga refleksi terhadap kontribusi santri dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan.

Penetapan Hari Santri tidak lepas dari peristiwa bersejarah pada 22 Oktober 1945, ketika KH. Hasyim Asy’ari — pendiri Nahdlatul Ulama (NU) — mengeluarkan Resolusi Jihad. Seruan jihad tersebut mewajibkan setiap muslim, khususnya mereka yang berada di wilayah terancam penjajahan, untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari upaya penjajahan kembali oleh Belanda.

Resolusi Jihad ini membangkitkan semangat juang rakyat, terutama para santri dan umat Islam, untuk ikut serta dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat tersebut kemudian meletup dalam pertempuran 10 November di Surabaya, yang kini dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Hari Santri bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa peran santri terus hidup dan relevan hingga kini. Santri masa kini tidak hanya aktif di bidang keagamaan, tetapi juga turut berperan dalam sektor pendidikan, sosial, ekonomi, hingga politik.

“Kontribusi santri bagi negeri ini tidak akan pernah habis oleh waktu. Dari masa ke masa, meski tantangan zaman selalu ada, santri harus siap menjadi agen perubahan yang mampu menjaga tradisi sekaligus berinovasi,” tulis Achmad Fahruddin Firmansyah dalam refleksinya yang diselesaikan pada 22 Oktober 2025 pukul 16.55.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 diharapkan menjadi ajang untuk menumbuhkan semangat belajar, berkarya, dan mengabdi bagi kemajuan bangsa. Dengan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, santri diyakini mampu membawa Indonesia menuju peradaban dunia.

“Santri hari ini adalah para pemimpin masa depan,” demikian pesan yang menggema dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.

🔗 Bagikan Artikel Ini